Valentine Day Diharamkan

Valentine Day Diharamkan

Valentine Day diharamkan bagi Ummat Islam karena tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Valentine Day atau apa yang dinamakan Hari Kasih Sayang setiap tanggal 14 Februari itu sebelum tahun 1980-an belum ada di Indonesia. Tetapi kemudian muncul dan menggejala karena disebarkan oleh majalah untuk remaja yang berada di bawah penerbitan Katolik terbesar di Indonesia.

Sejak tahun 1985 Majelis Ulama Indonesia pimpinan KH Hasan Basri telah menegaskan Ummat Islam terutama anak-anak muda jangan sampai ikut acara dari agama lain itu.

Larangan dari ulama senantiasa disampaikan, namun gejala merasuknya budaya Barat yang merusak moral dengan pergaulan bebas ini tampak semakin merusak.

Oleh karena itu para ulama pun mengharamkan Valentine Day dengan tegas.

Beritanya sebagai berikut:

MUI Bangka Haramkan “Valentine Day” bagi Muslim

Kamis, 11 February 2010, 06:40 WIB

SUNGAILIAT–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka mengharamkan Hari Kasih Sayang (”Valentine Day”) yang jatuh pada setiap tanggal 14 Februari bagi muslim yang merayakannya karena tidak sesuai dengan Al Quran dan Hadits. “Selain hanya buatan manusia, Hari Kasih Sayang yang biasa disebut `Valentine Day` itu merupakan budaya Barat,” kata Ketua MUI Kabupaten Bangka, Provinsi Babel Yubahar Hasan, di Sungailiat, Rabu.

Ia mengatakan acara yang biasa digemari kaum muda tersebut biasanya justru digunakan ajang hura-hura serta melakukan perbuatan negatif yang melanggar norma agama. “Dalam ajaran Islam, kasih sayang dilaksanakan kapan saja dan tidak mesti dijadwalkan satu setahun sekali. Setiap saat justru kita harus berkasih sayang, namun dengan cara cara sesuai syariat Islam,” katanya.

Menurut dia, peradapan anak muda sekarang memang berbeda dibandingkan dengan zaman dulu, karena perilaku anak muda sekarang sudah terlalu jauh menyimpang dan bahkan bergandengan tanpa dengan lain jenis sebelum menikah. “Kasih sayang menurut Islam adalah mengerjakan aturan hukum agama sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad Saw., yaitu bertakwa kepada Allah Swt. dan menghormati kedua orang tua,” katanya.

Selain itu, katanya, kasih sayang menurut Islam tidak diperbolehkan bergandengan tangan antara laki-laki dan perempuan di luar muhrim. “Kita saling mendoakan antara umat Islam ke jalan Allah Swt. juga sudah termasuk saling sayang menyayangi dengan teman yang lain atau saudara sesama Islam,” katanya.

Ia menyarankan kepada organisasi-organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah agar terus melakukan pembinaan keagamaan kepada anak-anak muda supaya selalu menjalankan perintah Allah Swt dan meninggalkan larangannya. “MUI tidak pernah memberikan pembinaan langsung kepada pemuda, namun hanya mengeluarkan fatwa yang dianggap penting saja,” katanya.

Red: krisman

Sumber Berita: ant

http://www.republika.co.id/berita/103743/mui-bangka-haramkan-valentine-day-bagi-muslim

Dari Madura, MUI menyuara pula:

MUI Pamekasan Imbau Tak Rayakan Valentine

Liputan 6 – Jumat, 12 Februari

Liputan6.com, Pamekasan: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengimbau umat Islam tidak merayakan Hari Valentine. Larangan ini dikeluarkan menyusul banyaknya penyalahgunaan tentang perayaan hari Valentine oleh kaum remaja dan pemuda. “Hari Valentine bukan tradisi umat Islam,” kata Ketua MUI Cabang Pamekasan, K.H. Lailurrahman di Pamekasan, Kamis (11/2).

Lailurrahman lebih lanjut menjelaskan, jika dirunut dari sejarahnya, Hari Valentine jelas tidak ada kaitannya sama sekali dengan Islam dan nilai-nilai budaya Islam. Karena itu, ia menilai wajar bila MUI melarang pemuda muslim merayakan Hari Valentine.

Lailurrahman menjelaskan, Islam memang mengajarkan hidup dengan penuh kasih sayang. Namun konotasi perayaan saban 14 Februari itu adalah dipersembahkan kepada dewa-dewa. Sehingga perayaan Hari Valentine bagi umat Islam, jelas masuk kategori menyimpang.

Lailurrahman tidak secara tegas memperingati hari Valentine hukumnya haram. Namun pengasuh pondok pesantren Ummul Qura Blumbungan ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang menjadikan pijakan perbuatan di luar aqidah Islam, maka perbuatan tersebut menyimpang dari nilai-nilai Islam. Terlebih bila perayaan itu digelar dengan perbuatan di luar batas kewajaran. “Merayakan hari Valentine itu kan juga sama dengan berhura-hura,” kata Lailurrahman seperti dikutip ANTARA.

Imbauan ini menyambung larangan MUI Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Bahkan MUI Kabupaten Bangka mengharamkan perayaan Valentine karena hanya buatan manusia dan berasal dari budaya Barat [baca: MUI Bangka Haramkan Hari Kasih Sayang].

Berdasarkan Wikipedia, ada beberapa versi tentang hari Valentine yang kini banyak dirayakan kaum muda dan remaja di Indonesia dan dunia. Salah satunya sebagaimana mengutip Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), hari Valentine berasal dari peringatan Santo Valentinus. Valentinus adalah tokoh terkemuka di Roma, Italia, pada 143 Masehi, yang mengemukakan gagasan hidup dengan cinta dan kasih sayang adalah dambaan bagi semua orang. Ide ini kemudian diminati kebanyakan kaula muda ketika itu.(ZAQ)

http://id.news.yahoo.com/lptn/20100211/tpl-mui-pamekasan-imbau-tak-rayakan-vale-b03a71c.html

Dua tahun lalu, MUI Pusat mengaku telah didesak berbagai kalangan mengenai masalah Valentine Day. Inilah beritanya:

MUI Haramkan Pesta Perayaan Valentine

Rabu, 13 Februari 2008 – 11:07 wib
Muhammad Hasits – Okezone

JAKARTA – Mejelis Ulama Indonesia (MUI) mengidentikkan perayaan valentine dengan pesta pora dan mabuk-mabukkan, yang dinilainya haram. Untuk itu, MUI dalam waktu dekat akan membicarakan apakah perlu dikeluarkan fatwa khusus.

Tindakan MUI ini setelah adanya desakan dari berbagai kalangan agar MUI mengharamkan perayaan hari valentine yang diperingati setiap tanggal 14 Februari tersebut sebagai hari kasih sayang.

“Kalau dilihat perayaannya, tidak mengelurkan fatwa secara khusus pun itu sudah haram karena banyak yang pesta-pesta, mabuk-mabukan. Jadi menurut saya perayaan tersebut sudah haram,” ujar Ketua Dewan Syariah Nasional MUI KH Ma’ruf Amin kepada okezone, Rabu (13/2/2008).

(fit)

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/02/13/1/83141

Para orang tua hendaknya lebih waspada, apalagi sekarang tengah adanya kasus-kasus perzinaan di kalangan anak masih ingusan gara-gara saling kenal lewat facebook. Yang sudah tertangkap polisi di Tangerang Banten Februari 2010 ini saja sudah dua pasang anak ingusan (14 tahun) berzina gara-gara kenalan lewat Facebook, media jejarang yang di Mesir difatwakan haram oleh ulama karena banyak terjadi perceraian gara-gara saling kenal lewat Facebook itu.

Pengawasan orang tua sangat diperlukan, sedang fatwa dan petunjuk para ulama pun sangat perlu. Agar Ummat Islam yang sengaja dirusak secara sistematis ini dapat tertanggulangi.

diambil dari nahimunkar.com

Iklan

Untuk yang Sehati

Bercita-cita mengamalkan Islam secara utuh adalah suatu hal yang wajib bagi setiap muslim....
Namun bila belum mampu seluruhnya, jangan ditinggalkan semuanya....Karena Alloh Subhanahu wata'ala tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuan maksimal yang dimiliki...

Buat diriku & dirimu

....Jangan pernah merasa cukup untuk belajar Islam, karena semakin kita tahu tentang Islam, semakin kita tahu tentang diri kita (...seberapa besar iman kita, ...seberapa banyak amal kita,....seberapa dalam ilmu kita, dan sebaliknya...seberapa besar kemunafikan kita, ...seberapa banyak maksiat kita, ...seberapa jauh kedunguan kita)
....Barangsiapa mengenal dirinya, maka semakin takut ia kepada Alloh Subhaanahu wata'ala

Do’a kita

Semoga Alloh Subhaanahu wata'ala meneguhkan hati kita dalam Islam hingga maut menjemput kita,...aamiin

Kalender

Februari 2010
S M S S R K J
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

Total Pengunjung

  • 213,708 klik