Keempat: Ada keseimbangan antara perorangan dan kemasyarakatan

Keempat: Ada keseimbangan antara perorangan dan kemasyarakatan

……………………..
Ada satu keistimewaan yang bersifat unik bagi Islam, yaitu bahwa agama ini membina
keseimbangan antara kepentingan perorangan dan kepentingan kemasyarakatan. Islam percaya
adanya kepribadian manusia dan menentukan bahwa setiap orang secara sendiri-sendiri
bertanggung jawab terhadap Tuhan. Islam menjamin hak-hak azasi manusia dan tidak
membenarkan siapapun juga untuk merobek-robek atau menguranginya. Islam juga menjamin
perkembangan yang baik kepribadian manusia, sebagai salah satu tujuan utama dari
kebijaksanaan pendidikannya.
Islam tidak setuju dengan pandangan bahwa manusia harus melenyapkan kepribadiannya,
meleburkan diri dalam masyarakat atau negara.
Al-Qur’an menyatakan:
… dan bahwa manusia tidak akan mendapat selain apa yang dia usahakan. — An-
Najm 39.
Dan musibah apa yang menimpa kamu itu disebabkan perbuatan kamu. — Asy-
Syura 30.
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, kecuali jika mereka
sendiri mau mengubah keadaannya. – Ar-Ra’d 11.
Bermanfaat bagi seseorang apa yang dia usahakan, dan berbahaya baginya apa
yang dia lakukan. — Al-Baqarah 286.
Mengenai sikap seorang Mukmin dalam menghadapi ajakan kaum musyrikin, Tuhan mengajarkan:
Bagi kami bermanfaat amal perbuatan kami dan bagi kamu amal perbuatan kamu.
— Al-Qashash 55.
Semua itu mengenai soal-soal perseorangan.
Di lain pihak, Islam selalu menanamkan dalam jiwa manusia rasa tanggung jawab sosial, mengatur
kehidupan manusia dalam masyarakat dan negara, dan mengikutsertakan setiap orang dalam
usaha menegakkan kemaslahatan umum.
Sembahyang dalam Islam dilakukan secara bersama-sama (berjama’ah), salah satu cara untuk
menanam rasa disiplin sosial di kalangan ummat Islam. Setiap orang diwajibkan nnembayar zakat,
sekurang-kurangnya zakat fithrah.
Al-Qur’an menyatakan:
Dan dalam harta kekayaan mereka ada bagian hak yang dibutuhkan oleh yang
meminta dan miskin. — Adz-Dzariyat 19.
Jadi zakat itu adalah sebagian harta yang menjadi hak masyarakat. Dan jihad (berjuang) dalam
Islam itu wajib. Ini berarti bahwa setiap orang diharuskan berkorban, sampai dengan jiwanya
sekalipun, untuk mempertahankan kejayaan Islam dan negaranya. Dalam hal ini Rasulullah s.a.w.
bersabda:
Semua kamu adalah pemimpin dan semua kamu akan diminta
pertanggungjawabannya. Sebab, Imam adalah pemimpin, dan dia diminta
pertanggungjawabannya. Seorang suami adalah pemimpin dalam lingkungan
keluarganya, dan dia akan diminta pertanggungjawabannya. Seorang isteri adalah
pemimpin dalam rumah suaminya, dan dia akan diminta pertanggungjawabannya.
Seorang pelayan adalah pemimpin dalam harta kekayaan majikannya, dan dia akan
diminta pertanggungjawabannya. Jadi semua kamu itu pemimpin dan semua kamu
itu akan diminta pertanggungjawabannya. – Muttafaq Alaih.
Sabdanya pula:
Kamu jangan berprasangka, sebab prasangka itu adalah ucapan yang paling
bohong. Dan janganlah kamu saling selidik menyelidik kesalahan, jangan saling
bermegahan, jangan saling benci, jangan saling belakangi. Jadilah kamu –hamba
Allah– bersaudara, sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada kamu. —
Riwayat Bukhari dan Muslim.
Dan:
Tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur dengan perut kenyang, sedangkan
tetangganya kelaparan, dan dia mengetahui hal itu. — Riwayat Al-Bazar.
Dan:
Orang Mukmin itu ialah orang yang boleh dipercaya atas harta dan diri/jiwa orang
lain. — Riwayat Ibnu Majah.
Singkatnya, Islam tidak hanya menegakan hak-hak perseorangan atau hanya mengakui hak-hak
masyarakat saja. Islam membina keserasian dan keseimbangan antara keduanya, dengan
memberikan batas-batas yang teliti untuk kebaikan dua-duanya.

<<sebelumnya …. Daftar Isi …. berikutnya>>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Untuk yang Sehati

Bercita-cita mengamalkan Islam secara utuh adalah suatu hal yang wajib bagi setiap muslim....
Namun bila belum mampu seluruhnya, jangan ditinggalkan semuanya....Karena Alloh Subhanahu wata'ala tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuan maksimal yang dimiliki...

Buat diriku & dirimu

....Jangan pernah merasa cukup untuk belajar Islam, karena semakin kita tahu tentang Islam, semakin kita tahu tentang diri kita (...seberapa besar iman kita, ...seberapa banyak amal kita,....seberapa dalam ilmu kita, dan sebaliknya...seberapa besar kemunafikan kita, ...seberapa banyak maksiat kita, ...seberapa jauh kedunguan kita)
....Barangsiapa mengenal dirinya, maka semakin takut ia kepada Alloh Subhaanahu wata'ala

Do’a kita

Semoga Alloh Subhaanahu wata'ala meneguhkan hati kita dalam Islam hingga maut menjemput kita,...aamiin

Kalender

Februari 2010
S M S S R K J
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

Total Pengunjung

  • 203,455 klik
%d blogger menyukai ini: