Ketiga: Jalan Hidup yang Sempurna

Ketiga: Jalan Hidup yang Sempurna

Islam bukan satu agama yang hanya mempunyai ruang lingkup kehidupan pribadi manusia, seperti
yang disalahartikan oleh banyak orang. Islam adalah satu jalan-hidup yang sempurna, meliputi
semua lapangan hidup kemanusiaan. Islam memberikan bimbingan untuk setiap langkah
kehidupan perorangan maupun masyarakat, material dan moral, ekonomi dan politik, hukum dan
kebudayaan, nasional dan internasional. Al-Qur’an memerintahkan supaya manusia memeluk
agama Islam secara keseluruhan, tanpa pilih-pilih, dan mengikuti semua bimbingan Tuhan dalam
segala macam lapangan hidup. Kenyataan sekarang membuktikan bahwa ruang lingkup agama itu
dibatasi hanya pada kehidupan perseorangan, sedangkan peranan sosial dan kebudayaannya
ditinggalkan. Mungkin tidak ada faktor lain lagi yang lebih penting dari itu yang telah menyebabkan
kemerosotan agama di abad modern sekarang ini. Salah seorang filosof modern berkata: “Agama
memerintahkan supaya kita memisahkan apa yang untuk Tuhan dan apa yang untuk Kaisar.
Pemisahan ini berarti niengurangi dua-duanya. Mengurangi peranan dunia dan agama. Agama
sangat kecil, kalau jiwa para penganutnya tidak tergetar ketika awan gelap peperangan bergayutan
di atas kepala kita semua dan persaingan industri telah mengancam keamanan masyarakat.
Agama telah memperlemah naluri sosial kemanusiaan dan kepekaan moral dengan jalan
pemisahan apa yang untuk Tuhan dari apa yang untuk Kaisar.” Islam menolak sepenuhnya konsep
pemisahan agama seperti itu, dan jelas menyatakan bahwa tujuannya ialah menyempurnakan jiwa
dan membentuk masyarakat.
Sungguh Aku telah mengutus Rasul-rasul-Ku dengan membawa penjelasan, dan
Aku telah menurunkan bersama mereka Kitab dan keadilan,5 supaya manusia
menegakkan keadilan, dan Aku telah menyediakan besi yang mengandung bahaya
besar dan manfaat yang banyak bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa
yang menolong agama-Nya dan rasul-Nya, walaupun agama itu ghaib.
Sesungguhnya Allah itu Maha Kuat dan Maha Perkasa. – Al-Hadid 25.
Dan
Apa yang kamu sembah selain Allah itu hanya sebutan-sebutan yang kamu berikan
saja, kamu dan leluhur kamu. Allah tidak memberikan kekuasaan untuk itu.
Kekuasaan itu hanya pada Allah. Dia memerintahkan bahwa hendaklah kamu tidak
menyembah kepada selain Dia. Itulah agama yang lurus, akan tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui. – Yusuf 40.
Mengenai orang-orang yang berhak mendapat pertolongan Allah swt., Al-Qur’an menyatakan:
Orang-orang yang kalau Aku tempatkan mereka di bumi, mereka melakukan
sembahyang, membayar zakat, memerintahkan/menganjurkan kebaikan dan
melarang/memperingatkan keburukan. Dan kepada Allah-lah kembalinya segala
urusan. – Al-Haj 41.
Dan Rasulullah saw. bersabda:
Semua kamu adalah pemimpin dan semua kamu akan diminta
pertanggungjawabannya. Sebab, Imam adalah pemimpin, dan dia diminta
pertanggungjawabannya. Seorang suami adalah pemimpin dalam lingkungan
keluarganya, dan dia akan diminta pertanggungjawabannya. Seorang isteri adalah
pemimpin dalam rumah suaminya, dan dia akan diminta pertanggungjawabannya.
Seorang pelayan adalah pemimpin dalam harta kekayaan majikannya, dan dia akan
diminta pertanggungjawabannya. Jadi semua kamu itu pemimpin dan semua kamu
itu akan diminta pertanggungjawabannya. – Muttafaq Alaih.
Saya kira orang tidak perlu mempelajari secara mendalam tentang ajaran-ajaran Islam, kalau
sekedar untuk mengetahui bahwa Islam itu adalah suatu agama yang menyeluruh, meliputi segala
lapangan hidup manusia, dan tidak membiarkan satu lapanganpun untuk dimasuki oleh kekuatan
buruk syaitan.

<<sebelumnya ….  Daftar isi …. selanjutnya>>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Untuk yang Sehati

Bercita-cita mengamalkan Islam secara utuh adalah suatu hal yang wajib bagi setiap muslim....
Namun bila belum mampu seluruhnya, jangan ditinggalkan semuanya....Karena Alloh Subhanahu wata'ala tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuan maksimal yang dimiliki...

Buat diriku & dirimu

....Jangan pernah merasa cukup untuk belajar Islam, karena semakin kita tahu tentang Islam, semakin kita tahu tentang diri kita (...seberapa besar iman kita, ...seberapa banyak amal kita,....seberapa dalam ilmu kita, dan sebaliknya...seberapa besar kemunafikan kita, ...seberapa banyak maksiat kita, ...seberapa jauh kedunguan kita)
....Barangsiapa mengenal dirinya, maka semakin takut ia kepada Alloh Subhaanahu wata'ala

Do’a kita

Semoga Alloh Subhaanahu wata'ala meneguhkan hati kita dalam Islam hingga maut menjemput kita,...aamiin

Kalender

Februari 2010
S M S S R K J
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

Total Pengunjung

  • 203,765 klik
%d blogger menyukai ini: