Wahai Ikhwan… Jangan Hinakan Ilmu yang Telah Kau Raih Hanya karena Wanita…

diambil dari http://alashree.wordpress.com

Dr. Abdussalam bin Barjas Alu Abdul Karim rahimahullah mengisahkan,

….أن رجلاً خطب إمرأة ذات منصب وجمال فأبت لفقره وقله حسبه ففكر بأي الأمرين ينالها أبلمال أم الحسب فاختار الحساب وطلب له العلم حتى أصبح ذا مكانة فبعثت غليه المرأة تعرض نفسها فقال لا أوثر علي العلم شيئاً.

“….Seorang laki-laki melamar seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan. Wanita itu tidak mau karena dia fakir dan rendah kedudukannya. Kemudian, laki-laki itu berpikir dengan apa dia akan meraih wanita itu, apakah dengan harta atau dengan kedudukan?

Akhirnya, dia memilih kedudukan. Kemudian, dia menuntut ilmu untuk hal itu sampai akhirnya dia menjadi orang yang memiliki kedudukan.

Setelah itu, wanita yang dulu ingin ia lamar mengirim utusan kepada si laki-laki untuk menawarkan dirinya (untuk dinikahi). Akan tetapi, laki-laki itu berkata,

Aku tidak lebih mementingkan sesuatupun dibanding ilmu

=============

Catatan:

  • Dr Abdussalam bin Barjas rahimahullah menukil kisah ini dalam kitab ‘awaiqut-thalab, bukan untuk mendorong pemuda agar tidak menikah. Akan tetapi, beliau memasukkan kisah ini dalam salah satu pasal yang berjudul العائق الأول :طلب العلم لغير وجه الله تعالى /Rintangan Menuntut Ilmu Pertama: Menuntut Ilmu karena Selain Wajah Allah/ untuk memberikan pelajaran bagi pembaca bahwa hal pertama yang harus dilakukan seseorang ketika akan menuntut ilmu adalah mengikhlaskan niat.
  • Faidah penting yang perlu dicatat di sini adalah betapa banyak manusia sekarang ini menjadikan “dunia” sebagai tolak ukur, sampai ia pun berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan apa yang ia cari.
  • Dalam kisah di atas, ditunjukkan bahwa pada awalnya laki-laki tersebut tidaklah berniat ikhlas dalam menuntut ilmu syar’i. Tidaklah ia mencari ilmu untuk mengharap wajah Allah, tetapi malah ditujukan untuk mendapatkan wanita. Akan tetapi, seiring waktu berjalan, alhamdulillah ia tersadarkan bahwa sesungguhnya ilmu untuk mengenal Allah jauh lebih tinggi nilainya dibanding keridhaan seorang wanita.

Maka, ketika ilmu telah ia gapai, ia pun seolah ingin menghinakan wanita yang menolaknya dulu dengan mengatakan,

لا أوثر علي العلم شيئاً

“Aku tidak lebih mementingkan sesuatu dibandingkan ilmu”

Perkataan di atas sungguh mengena karena seorang yang menuntut ilmu karena wajah Allah, tidak pantas disandingkan dengan wanita yang mau dinikahi karena dunia.

Oleh karena itu, Dr. Abdussalam bin Barjas rahimahullah menyatakan,

فتورع بترك امرأةٍ كان طلب العلم لأجلها ، إعلاماً بصدق قصده وسلامة مأربه

“Laki-laki itu menjadi wara’ dengan meninggalkan seorang wanita yang menjadi penyebab dirinya menuntut ilmu. Dia memberitahukan kejujuran niatnya dan keselamatan akalnya (dengan ucapannya kepada wanita tadi).”

  • Faidah di atas juga berlaku bagi muslimah. Hendaknya apa yang ia niatkan dalam menuntut ilmu syar’i adalah untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya sehingga ia bisa menggapai ilmu untuk mengenal Allah, bukan untuk mengharap wajah yang lain. Wallahu a’lam.

.

Akhukum,

Abu Muhammad Al-‘Ashri

Menjelang dzuhur di Masjid Al-‘Ashri

10 Shafar 1431 / 25 Januari 2010 M

One response to “Wahai Ikhwan… Jangan Hinakan Ilmu yang Telah Kau Raih Hanya karena Wanita…

  1. Assalamu’alaikum..wr wb..

    Salam Ukhuwah..
    >> Salam Fastabiqul Khoirots..
    memang benar segala amal perbuatan kita seharusnya di dahului sebuah niat yang lurus..karena stiap amal kita tergantung pada niat kita ,apabila qt niat kita sudah slah maka otomatis amal kitapun akan sia-sia..
    Memang Benar dan sewajarnya seorang laki-laki / Ikhwan tertarik pada wanita..intinya kita luruskan niat kita dulu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Untuk yang Sehati

Bercita-cita mengamalkan Islam secara utuh adalah suatu hal yang wajib bagi setiap muslim....
Namun bila belum mampu seluruhnya, jangan ditinggalkan semuanya....Karena Alloh Subhanahu wata'ala tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuan maksimal yang dimiliki...

Buat diriku & dirimu

....Jangan pernah merasa cukup untuk belajar Islam, karena semakin kita tahu tentang Islam, semakin kita tahu tentang diri kita (...seberapa besar iman kita, ...seberapa banyak amal kita,....seberapa dalam ilmu kita, dan sebaliknya...seberapa besar kemunafikan kita, ...seberapa banyak maksiat kita, ...seberapa jauh kedunguan kita)
....Barangsiapa mengenal dirinya, maka semakin takut ia kepada Alloh Subhaanahu wata'ala

Do’a kita

Semoga Alloh Subhaanahu wata'ala meneguhkan hati kita dalam Islam hingga maut menjemput kita,...aamiin

Kalender

Januari 2010
S M S S R K J
« Des   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Total Pengunjung

  • 203,765 klik
%d blogger menyukai ini: