Kehidupan Nabi Daud

Kehidupan Nabi Daud
Nabi Daud  adalah seorang raja yang adil dan bijaksana.
Allah memberikan karunia yang begitu besar kepada Nabi Daud ..
Allah  berfirman:
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami.
(Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung,
bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah
melunakkan besi untuknya,” (QS Saba [34] : 10)
Allah  membantu Nabi Daud membuat baju besi yang dapat digunakan
untuk melindungi tentara dari musuh.

Allah berfirman:
“(yaitu) buatlah aju besi yang besar-besar dan
ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang
saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu
kerjakan.” (QS Saba [34] : 11)
Dikisahkan bahwa Allah  melunakkan besi bagi
Nabi Daud sehingga besi itu dapat dibentuk oleh
tangannya sendiri tanpa menggunakan api dan
pemukulan. Beliau adalah manusia pertama yang
membuat baju besi. Setiap hari beliau dapat
membuat baju besi dan menjualnya ke pasar.
Dalam sebuah hadits Rasulullah  berkata bahwa sebaik-baik apa yang
dimakan oleh seseorang adalah apa yang dihasilkan oleh tangannya

sendiri. Dan Nabi Daud  makan dari hasil jerih payah dan usahanya
sendiri.
Nabi Daud  sangat taat beribadah kepada Allah.
Allah bercerita tentang ketaatan beliau:
“dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan;
sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan).” (QS Shaad [38] : 17)
Para ulama menjelaskan, bahwa Allah memberikan kekuatan kepada
Nabi Daud untuk beribadah kepada Allah.
Dalam sebuah hadits shahih, Nabi kita Muhammad  bersabda:

“Shalat yang paling disukai Allah adalah shalatnya Daud, dan puasa yang
paling disukai Allah adalah puasa Daud.”
Nabi Daud  senantiasa mengerjakan shalat malam dan juga sangat
rajin berpuasa, yakni dengan puasa yang disebut puasa dahr, yakni
sehari berpuasa dan sehari berbuka.
Kepada beliau, Allah menurunkan kitab Zabur.
Allah Ta’ala juga berfirman:
“Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih
bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan
pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya
amat ta’at kepada Allah.” (QS Shaad [38] : 17)

Allah menganugerahkan suara yang indah kepada Nabi Daud.
Dikisahkan setiap kali beliau membaca kitab Zabur, burung-burung dan
binatang liar ikut berkumpul di sisinya sampai mati kehausan dan
kelaparan, bahkan sungai-sungai pun ikut berhenti mengalir.
Allah telah menguatkan kerajaan Nabi Daud , belaiu memerintah
kerajaannya dengan adil dan bijaksana. Beliau memerintahkan manusia
untuk berbuat adil dan mengikuti kebenaran yang diturunkan Allah.
Sesungguhnya Nabi Daud  adalah panutan dalam ketaatannya kepada
Allah dan juga keadilannya dalam memutuskan perkara diantara
manusia.
Allah mengisahkan di dalam Al-Qur’an:

“Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara
ketika mereka memanjat pagar? Ketika mereka masuk (menemui) Daud
lalu ia terkejut karena kedatangan) mereka.
Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua
orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim
kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan
janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke
jalan yang lurus. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan
puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja.
Maka dia berkata : “Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia
mengalahkan aku dalam perdebatan”.
Daud berkata: “Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan
meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan
sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu

sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat
sedikitlah mereka ini”.
Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta
ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. Maka
Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia
mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang
baik.
Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di
muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia
dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan
menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang
sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka
melupakan hari perhitungan.” (QS Shaad [38] : 21-26)

Demikianlah, Allah  mengajarkan kepada Nabi Daud  agar menjadi
seorang penguasa yang adil, dan beliau memiliki kedudukan yang dekat
di sisi Allah .
Nabi Daud  meninggal pada usia 100 tahun. Ketika itu matahari
bersinar sangat terik, sehingga orang-orang yang mengiringi jenazah
Nabi Daud meminta kepada putera beliau, Sulaiman , untuk
memberikan perlindungan bagi mereka dari terik sinar matahari.
Nabi Sulaiman pun memanggil burung-burung dan memerintahkan
mereka untuk menaungi orang-orang itu dari terik matahari, hingga
naungan itu menjadikan bumi menjadi gelap. Kemudian orang-orang itu
beseru kepada Sulaiman  karena takut pada awan. Maka Nabi
Sulaiman  pun menyuruh burung-burung itu untuk menaungi orangorang
dari terik matahari saja dan tetap menyisakan ruang untuk angin.
Lalu burung-burung itu pun mengerjakannya, sehingga orang-orang

yang mengiringi jenazah Nabi Daud mendapatkan naungan dan tetap
mendapatkan hembusan angin. Wallahu a’lam.
Nah teman-teman, demikianlah kisah Nabi Daud . Insya Allah pada
kesempatan lain, kita akan membaca kisah dari putera beliau, seorang
Raja yang sangat besar kekuasaannya dan juga seorang nabi, yaitu Nabi
Sulaiman .
________
Maraji: Qishahul Anbiya (Kisah Para Nabi) karya Ibnu Katsir rahimahullah, hal. 527-548, Penerbit
Pustaka Azzam, 2006.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Untuk yang Sehati

Bercita-cita mengamalkan Islam secara utuh adalah suatu hal yang wajib bagi setiap muslim....
Namun bila belum mampu seluruhnya, jangan ditinggalkan semuanya....Karena Alloh Subhanahu wata'ala tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuan maksimal yang dimiliki...

Buat diriku & dirimu

....Jangan pernah merasa cukup untuk belajar Islam, karena semakin kita tahu tentang Islam, semakin kita tahu tentang diri kita (...seberapa besar iman kita, ...seberapa banyak amal kita,....seberapa dalam ilmu kita, dan sebaliknya...seberapa besar kemunafikan kita, ...seberapa banyak maksiat kita, ...seberapa jauh kedunguan kita)
....Barangsiapa mengenal dirinya, maka semakin takut ia kepada Alloh Subhaanahu wata'ala

Do’a kita

Semoga Alloh Subhaanahu wata'ala meneguhkan hati kita dalam Islam hingga maut menjemput kita,...aamiin

Kalender

Januari 2010
S M S S R K J
« Des   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Total Pengunjung

  • 230.940 klik
%d blogger menyukai ini: