Saudariku, Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab? (habis)

……………………..

Oleh: Syaikh Abdul-Hamid al-Bilaly

Soal:Sepasang suami isteri telah dikaruniai beberapa anak. Seorang isteri menghendaki mengenakan pakaian sesuai dengan ketentuan syari’at, tetapi sang suami melarangnya. Apa nasihat Syaikh terhadap suami seperti ini?

Jawab:Kami nasihatkan kepada suami itu agar ia bertakwa kepada Allah dalam urusan keluarganya. Ia juga hendaknya bersyukur bepada Allah yang memberikan kepadanya isteri yang ingin menerapkan salah satu perintah Allah. Yakni memakai pakaian sesuai dengan ketentuan syari ‘at, sehingga menjaga keselamatan dirinya dari fitnah.

Disamping itu, Allah memerintahkan agar para hamba-Nya yang beriman menjaga diri dan keluarganya dari api Neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

‘Hai orang-orang yang beriman, peIiharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adaIah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai AIlah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.’ (QS. at-Tahrim [66] : 6)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menegaskan:

‘Seseorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggungjawab atas yang dipimpinnya.’ (HR. al-Bukhari)

Jika demikian halnya, patutkah seorang suami berusaha memaksa isterinya menanggalkan pakaian sesuai dengan ketentuan syara’ agar selanjutnya mengenakan pakaian yang diharamkan, yang menyebabkan fitnah?

Hendaknya sang suami tersebut bertakwa kepada Allah dalam dirinya dan dalam urusan keluarganya. Justru ia harus bersyukur karena dimudahkan oleh Allah sehingga mendapatkan isteri shalihah tersebut.

Adapun terhadap isterinya, kami nasihatkan agar ia tidak mentaati suaminya dalam kemaksiatan terhadap Allah, sampai kapan pun. Sebab tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan terhadap al-Khaliq.” (Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 2/873)

Kesimpulan

Inilah hukum syari’at menurut keterangan para ulama kita seputar masalah syubhat yang sedang kita bahas. Tetapi, untuk menolak wali, jika ia memerintahkan ber-tabarruj atau melarang ber-hijab, hendaknya ia melakukan secara hikmah.

Hikmah yang dimaksud diantaranya adalah:

  1. Memperhatikan adab dan sopan santun dalam menerangkan apa yang Anda yakini kebenarannya. Misalnya dengan tidak meninggikan suara atau menggunakan kalimat yang memancing emosi dan kemarahan waliyyul-amri.
  2. Tabah dalam menghadapi ejekan, celaan dan hinaan.Hendaknya lapang dada dan tidak cemas. Juga hal itu tidak boleh menyebabkan muamalah yang tidak baik kepada waliyyul-amri.
  3. Setelah memohon pertolongan kepada Allah, hendaknya Anda juga berusaha dengan memohon pertolongan kepada sanak kerabat dan kawan-kawan dekat yang telah mendapatkan hidayah Allah.
  4. Hendaknya anda memohon pertolongan kepada Allah, terus-menerus berdoa agar diberikan keteguhan dan dikeluarkan dari berbagai kesulitan, membaca al-Qur’an terutama saat mendapatkan celaan, dan hinaan, agar bisa menahan diri –dari godaan setan.
  5. Hendaknya Anda tidak menerangkan apa yang Anda yakini dengan nada menggurui atau merasa lebih tinggi, tetapi sampaikanlah dengan bahasa murid terhadap gurunya, sebab seorang ayah atau ibu tidak suka melihat anaknya bersikap merasa tinggi atau sebagai guru terhadap mereka.
  6. Membalas keburukan dengan kebaikan.
  7. Memilih saat yang tepat untuk mengadakan dialog.
  8. Hendaknya ukhti ini sadar bahwa Surga itu sangat mahal, dan sesuatu yang mahal tidak akan diberikan kecuali setelah kepayahan, kerja keras dan tabah menanggung berbagai rintangan dan gangguan di jalan Allah Ta’ala.

Penutup

Setelah berabad-abad imperialisme kafir mencengkeramkan kukunya di berbagai negara, muncullah kesadaran lewat berbagai gerakan kemerdekaan di negara-negara terjajah untuk memerangi para imperialis tersebut.

Setelah timbulnya perlawanan yang menelan korban tidak sedikit di pihak imperialis, baik secara material maupun non-material, para imperialis-kolonialis tersadarkan bahwa pengerahan unsur militer sudah tidak sesuai lagi. Sebab ia akan membangkitkan semangat dan perlawanan, yang tentunya berseberangan dengan niat para imperialis yang hendak mengeksploitasi kekayaan negara-negara jajahannya bagi pembangunan negaranya.

Karena itu, sebelum mereka keluar dari negara-negara jajahannya, mereka berpikir untuk mendapatkan metode lain, selain kolonialisasi lewat pengerahan militer. Akhimya mereka berhasil menentukan alternatif lain, berupa ghazwuts-tsaqafi (perang budaya dan pemikiran). Yaitu dengan menjadikan putra-putra kita agar mengikuti pengaruh, tradisi, kebiasaan dan nilai-nilai kehidupan mereka. Dengan demikian, mereka menjadi abdi (tangan kanan) bagi imperialisme baru yang tak perlu lagi membutuhkan kekuatan militer meski hanya satu orang.

Dan inilah yang gencar dilakukan hingga sekarang.

Adapun diantara perhatian dan sasaran utama mereka dalam ghazwuts-tsaqafi ini adalah wanita. Mereka menginginkan agar para wanita Muslimah menjadi seperti keadaan wanita-wanita mereka. Bebas berteman dan bergaul dengan laki-laki, mau membuka aurat, berenang dalam satu kolam bersama laki-laki, menafikan kodrat wanita, memperjuangkan emansipasi wanita-pria dalam segala hal, sehingga menganjurkan wanita berkompetisi dengan laki-laki dalam semua lapangan kehidupan dan sebagainya.

Untuk mencapai tujuan itu, mereka menerbitkan ratusan buku, majalah dan koran, memperalat para bintang film dan seniman, memboyong pertunjukan teater, pemutaran film, dan sinetron, beasiswa pendidikan, berbagai klub, organisasi dan sarana-sarana lain yang semuanya ditumpahkan agar sasaran utama mereka berhasil. Yakni memperbudak negara kita tanpa menggunakan kekuatan militer, tapi melalui berbagai macam kerusuhan dan kerusakan, penghancuran nilai-nilai dan tradisi yang bersumber dari agama kita yang lurus.

Apa yang kita saksikan dari berbagai bentuk kemungkaran wanita seperti tabarruj, bepergian tanpa mahram dan sebagainya adalah hasil ghazwuts-tsaqafi, yang dilancarkan sejak runtuhnya khilafah Islamiyyah hingga sekarang.

Oleh sebab itu, merupakan tanggung jawab para ahli kebaikan untuk menghentikan penggerogotan nilai-nilai dan tradisi kita. Apa yang kami lakukan melalui penulisan buku ini, adalah satu bentuk usaha untuk menghentikan ghazwuts-tsaqafi tersebut, sehingga kita kembali lagi kepada ashalah (kemurnian ajaran Islam), meninggalkan kehinaan dan tidak mengekor kepada kehendak orang-orang kafir.

Catatan Kaki:

  1. ^ Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Autsah dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Jami’ush-Shaghir, hadits nomor 6531.
  2. ^ Hijab: Maksudnya, busana wanita Muslimah yang menutupi seluruh bagian tubuhnya dari kepala hingga telapak kaki, hijab tersebut mempunyai syarat-syarat tertentu. (lihat poin K, halaman 22).
  3. ^ Tafsir al-Qurthubi (8/5325).
  4. ^ Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Kitabur-Riqaq, 11/376.
  5. ^ Diriwayatkan oleh Muslim, hadits nomor 2564 dari Abu Hurairah.
  6. ^ Ibid.
  7. ^ Nuzhatul-Muttaqin 1/25.
  • * Beliau menyebutkan permisalan itu pada suatu mudhaharah berjudul; “Adakah manusia telah digariskan ataukah mempunyai pilihan?” di Kuwait pada tahun 80-an.
  1. ^ a. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Kitabun-Nikah, 9/115.
    b. “Kedua tanganmu berlumur debu,” maksudnya; menjadi fakir (Subulus-Salam 2/112, pent.).
    c. Dalam al-Mishbah disebutkan, “berlumur debu” adalah ungkapan bahasa orang-orang Arab dalam bentuk do’a.Hanya saja dalam hadits ini tidak dimaksudkan sebagai do’a, tetapi sebagai motivasi dan ajuran (pent.).
  2. ^ Maksudnya jika ia menyuruh anak puterinya memakai hijab sejak dini.
  3. ^ Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Kitabul-Ahkam, 13/100. Hadits ini masih ada sambungannya.
  4. ^ Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (2/233). Al-Haitsami berkata; “Perawi-perawi Ahmad (dalam hadits ini) adalah perawi-perawi shahih.” (Majmauz-Zawa’id).
  5. ^ Hadits riwayat Muslim, hadits nomor 2128.
  6. ^ Lisy-Syababi Faqath (hal. 7-10).
  7. ^ Azzamanul-Qadim, hal. 6-12.
  • ** Lihat kitab Hijabul-Mar’ah al-Muslimah fi al-Kitab wa as-Sunnah, karangan al-Albani dan kitab Ila Kulli Fatatin Tu’minu Billah karangan al-Buthi.
  • *** Lihat kitab Rasa’il ila al-Mar’atil Muslimah, karangan Khalid al-Hamadi, halaman 105-124.
  1. ^ Tetapi, meskipun demikian, kebaikan mereka yang ada dan sedikit itu apabila diukur dengan kejahatan kekufuran dan pembangkangan mereka terhadap Allah tidaklah berarti apa-apa.
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (QS. al-Furqan ayat 23), yang artinya; “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.
    Dan untuk mengetahui kebrobokan yang terjadi di Amerika, silakan membaca buku “Amerika di Ambang Keruntuhan” karya Dr. Muhammad bin Saud al-Basyr, terbitan Pustaka al-Kautsar, Jakarta (pent.).
  2. ^ Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, hadits ini shahih.
  3. ^ Ad-Da’wah as-Su’udiyah, 870.
  4. ^ Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, hadits ini shahih.
  5. ^ Fatwa Ibnu ‘Utsaimin, 2/870, 871, cet. Dar Alamil Fikr.

<<sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Untuk yang Sehati

Bercita-cita mengamalkan Islam secara utuh adalah suatu hal yang wajib bagi setiap muslim....
Namun bila belum mampu seluruhnya, jangan ditinggalkan semuanya....Karena Alloh Subhanahu wata'ala tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuan maksimal yang dimiliki...

Buat diriku & dirimu

....Jangan pernah merasa cukup untuk belajar Islam, karena semakin kita tahu tentang Islam, semakin kita tahu tentang diri kita (...seberapa besar iman kita, ...seberapa banyak amal kita,....seberapa dalam ilmu kita, dan sebaliknya...seberapa besar kemunafikan kita, ...seberapa banyak maksiat kita, ...seberapa jauh kedunguan kita)
....Barangsiapa mengenal dirinya, maka semakin takut ia kepada Alloh Subhaanahu wata'ala

Do’a kita

Semoga Alloh Subhaanahu wata'ala meneguhkan hati kita dalam Islam hingga maut menjemput kita,...aamiin

Kalender

Maret 2010
S M S S R K J
« Feb   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Total Pengunjung

  • 150,571 klik
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: