Syarat-syarat wudhu
1. Niat (ada khilaf antara jumhur dan Hanafiyah,
lihat hal 3).
2. Air yang digunakan harus tohur (suci dan
mensucikan), maka tidak sah berwudhu
dengan air yang najis
3. Air yang digunakan harus air yang mubah (ada
khilaf dalam masalah ini). Sehingga tidak sah
berwudhu dengan air curian.
4. Menghilangkan hal-hal yang ias
mengahalangi sampainya air ke kulit. Dalilnya :
حدِيثِ خالِدٍ بنِ م ع دا َ ن َأنَّ النبِ ي صلى الله عليه وسلم رَأى
ر ج ً لا، وفِي َ ظ هرِ َق دمِهِ ُل معُة َق درِ ال د ر همِ َل م يصِب ها اْلمَاءُ َفَأمره َأ ْ ن
يعِي د اْل و ض وءَ
Hadits Kholid bin Mi’dan bahwasanya Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa Salam melihat seorang
laki-laki yang pada kakinya ada seukuran
dirham yang tidak terkena air (wudhu), maka
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam
memerintahkan laki-laki tersebut untuk
mengulangi wudhu (Hadits shohih riwayat Abu
Dawud dan ada tambahan ال ص َ لاَة yaitu (Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa Salam
memerintahkannya untuk mengulangi sholat,
Irwa’ul Ghalil no 86)
5. Jika seseorang selesai dari buang hajat maka
dia harus bersuci dahulu sebelum berwudhu
masih kurang lengkap tlg dilengkapi lagi.thx
Silahkan dilengkapi bagi yang tahu kalau ada kekurangan.